Langit Biru
Muria
3:26HOW MANY TIMES ( feat Muria ) Verse 1 ( Muria ) Tanpa suara jejak langkah memudar Menjauh dari lingkar Pasang badan bahkan aku takkan guna kevlar Saut saut riang namun maju mereka gentar Tak mau lagi berlabuh aku sudah angkat jangkar Biarku berlayar dan menuntun mata angin Dibawah matahari hanya menari aku ingin Aku puas jadi aku bukan orang lain Kalian kasih makan raga aku suapi yang batin Jadi berhenti bermain Pulang dan belajar Surga yang kau cari kenapa dunia di kejar Terjemahkan diri boleh pakai jasa pakar Sebelum tinggi menjulang sudah kuat dari akar Yang berdasar pada hati hanya ada keyakinan Aku nanti mati setelah usai pada lian Aku mungkin bangsat bagi mereka sebagian Tapi hidup hanya hidup Repetisi non akhiran Chorus : Tak ada peluang ku tak menyerah Di terpa badai tetap berdiri tegak How many times,no matter feeling too strong How many times,no matter waiting for long Tak ada peluang ku tak menyerah Di terpa badai tetap berdiri tegak How many times,no matter feeling too strong How many times,no matter waiting for long Verse 2 Ya Im stackin’ all my mistake like bricks Full of bullshit , drunk habits sampai gettin fuck with bitchis There is lot of things dalam skena jadi blacklist Ku Public enemy Lakukan semua cara walau butung paksa lari Yang lain angkat tropy selebrasi hari hari Aku masih angkat pena dan jemariku menari Sulap ribuan puisi rubah jadi pundi , Nanti. Cuz Harapan ku tinggi bak di puncak gunung fuji Jadi jangan dulu mati! Jangan redup api Berhenti ku tak sudi Walau mereka tusuk belati Aku utamakan seni sebelum utamakan kertas They’re guna jalan pintas but bukan track ku melintas Hidup aku bak di hutan semua binatang buas Yang siap untuk memangsa dengan taring yg jumawa Aku bawa aku dan borneo tribe ikut berjaya Insyaallah dan niscaya Maka saksi itu navy yang bicara! Come on Bridge ( muria&primo ) Aku hampir mati dalam tumpukan harapan Dalam tiap jalan minim cinta ku dapatkan Tak ada sambut mereka diam,menatap dengki aku Terulang kesekian mereka lupa aku “ tangguh “ Yo dunia bakal kabur jika tak guna harapan Aku hampir mati dalam satu kehidupan But riak air dangkal juga berujung kedalaman Bertemu nanti di akhir “navy” kau dalam pelukan